WhatsApp Perkuat Keamanan Akun pada 2026, Ada Password Baru hingga Peringatan Panggilan Asing

Jakarta, 28 Agustus 2026 – WhatsApp menghadirkan sejumlah pembaruan keamanan akun pada 2026 untuk membuat pengguna lebih sulit menjadi korban pengambilalihan akun maupun penipuan digital. Fitur terbaru tersebut mencakup penguatan verifikasi dua langkah, informasi tambahan ketika menerima panggilan dari nomor tidak dikenal, serta dukungan passkey yang kini telah digunakan lebih dari 1 miliar orang.

Pembaruan ini hadir ketika modus penipuan terhadap pengguna WhatsApp semakin beragam. Salah satu modus yang menjadi perhatian adalah upaya menipu pengguna agar memberikan kode atau memindai QR tertentu sehingga akun mereka tanpa sadar terhubung ke perangkat milik pelaku.

Verifikasi Dua Langkah Kini Lebih Kuat

Salah satu perubahan penting terdapat pada fitur two-step verification. Sebelumnya, WhatsApp menggunakan PIN enam digit sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Kini, WhatsApp meningkatkan sistem tersebut menjadi password yang lebih panjang dengan kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus. Perubahan ini dirancang untuk membuat password lebih sulit ditebak oleh pihak yang berusaha mengambil alih akun.

Lapisan keamanan ini tetap berguna meskipun pelaku berhasil memperoleh kode sekali pakai yang digunakan dalam proses verifikasi akun.

Passkey Jadi Pilihan Login Lebih Aman

WhatsApp juga memperluas penggunaan passkey sebagai metode untuk memverifikasi identitas pengguna. Dengan passkey, pengguna dapat masuk kembali ke akun menggunakan sidik jari, pengenalan wajah, atau kode kunci layar perangkat.

WhatsApp menyebut lebih dari 1 miliar pengguna kini telah menggunakan passkey. Pengguna yang memiliki perangkat Android dan iOS juga dapat menambahkan lebih dari satu passkey pada akun mereka. Pengaturannya dapat ditemukan melalui Settings > Account > Passkeys.

Berbeda dengan kode verifikasi yang harus dikirimkan, passkey memanfaatkan sistem keamanan perangkat sehingga pengguna tidak perlu mengingat PIN khusus untuk proses tersebut.

Panggilan dari Nomor Asing Kini Lebih Informatif

WhatsApp turut memberikan informasi tambahan ketika pengguna menerima panggilan dari orang yang tidak tersimpan dalam kontak. Pada Android, pengguna dapat melihat konteks seperti apakah nomor tersebut berasal dari negara berbeda dan apakah terdapat grup yang sama.

Informasi tambahan tersebut diharapkan membantu pengguna mengambil keputusan sebelum menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal. WhatsApp menilai penipu kerap memanfaatkan rasa terburu-buru untuk membuat korban mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.

Ada Peringatan Saat Perangkat Mencurigakan Hendak Ditautkan

Perlindungan lain yang telah diperkenalkan WhatsApp berkaitan dengan device linking. Modus ini dapat digunakan penipu dengan cara membujuk korban membagikan kode penautan perangkat atau memindai QR code tertentu.

WhatsApp kini dapat memberikan peringatan ketika sistem mendeteksi sinyal perilaku yang mengindikasikan permintaan penautan perangkat kemungkinan mencurigakan. Peringatan tersebut juga memberikan konteks mengenai asal permintaan sehingga pengguna memiliki kesempatan untuk menghentikan proses sebelum akun terhubung ke perangkat pihak lain.

Ada Mode Perlindungan Ekstra

Bagi pengguna yang menghadapi risiko serangan siber lebih canggih, WhatsApp juga memiliki fitur Strict Account Settings. Fitur bergaya lockdown ini membatasi sejumlah fungsi akun ke pengaturan yang lebih ketat.

Ketika diaktifkan, fitur tersebut dapat memblokir lampiran dan media dari pengirim yang tidak dikenal serta membisukan panggilan dari orang yang tidak berada dalam kontak. Pengaturan ini dapat ditemukan melalui Settings > Privacy > Advanced.

Fitur tersebut terutama ditujukan bagi orang yang berpotensi menjadi target serangan siber canggih, seperti figur publik atau kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi.

Pengguna Tetap Harus Waspada

Meski sistem keamanan terus diperkuat, pengguna tetap menjadi bagian penting dalam mencegah pengambilalihan akun. Jangan pernah memberikan kode verifikasi, password, atau informasi keamanan kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas WhatsApp.

Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap QR code maupun tautan yang dikirim melalui pesan dengan alasan yang mendesak. Jika sebuah permintaan penautan perangkat terasa tidak wajar, sebaiknya proses tersebut segera dihentikan.

WhatsApp juga menyarankan pengguna selalu memperbarui aplikasi dan perangkat untuk memperoleh perlindungan keamanan terbaru.

Hacker Makin Sulit, tetapi Bukan Berarti Mustahil

Rangkaian fitur baru tersebut membuat lapisan perlindungan WhatsApp semakin beragam, mulai dari password verifikasi dua langkah, passkey, peringatan penautan perangkat, hingga informasi tambahan saat menerima panggilan asing.

Namun, tidak ada sistem yang membuat akun sepenuhnya kebal terhadap penipuan. Serangan yang memanfaatkan manipulasi psikologis tetap dapat berhasil jika pengguna memberikan informasi penting atau mengikuti instruksi pelaku.

Jadi, rahasia WhatsApp membuat akun lebih sulit dicuri pada 2026 terletak pada kombinasi perlindungan baru, terutama verifikasi dua langkah berbasis password, passkey, dan peringatan terhadap penautan perangkat mencurigakan. Pengguna tetap perlu menjaga kode verifikasi dan tidak sembarangan memindai QR code agar perlindungan tersebut bekerja maksimal.