Kevin Diks Heran dengan Enam Kekalahan Beruntun Borussia Monchengladbach, Desak Tim Segera Bangkit

Jakarta, 21 Oktober 2026 – Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengaku kesulitan memahami keterpurukan Borussia Monchengladbach yang mengalami enam kekalahan beruntun pada awal Bundesliga 2026-2027. Hasil buruk tersebut membuat klub berjuluk Die Fohlen semakin terpuruk di dasar klasemen sementara Liga Jerman. Kekalahan terbaru terjadi ketika Borussia Monchengladbach menyerah 1-2 kepada TSG Hoffenheim di Borussia-Park pada Minggu (18/10/2026). Diks mengakui bahwa situasi tersebut sangat berat bagi seluruh pemain dan meminta rekan-rekannya segera memperbaiki penampilan. Ia menegaskan bahwa kebangkitan harus menjadi prioritas agar tim tidak semakin tertinggal dalam persaingan kompetisi.

Borussia Monchengladbach sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengakhiri rentetan kekalahan ketika menghadapi Hoffenheim di hadapan pendukung sendiri. Namun, pertandingan justru berjalan sulit setelah tim tamu membuka keunggulan melalui Bambase Conte pada menit ke-11. Gol tersebut membuat Monchengladbach kembali berada dalam tekanan sejak awal pertandingan. Meski berusaha membangun serangan, tuan rumah kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang babak pertama. Kondisi itu membuat para pendukung menunjukkan kekecewaan terhadap penampilan tim. Hingga turun minum, Hoffenheim berhasil mempertahankan keunggulan satu gol.

Memasuki babak kedua, Borussia Monchengladbach memperlihatkan peningkatan intensitas permainan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Wael Mohya mencetak gol penyeimbang pada menit ke-49. Gol tersebut sempat membangkitkan semangat para pemain dan memberikan harapan bahwa Die Fohlen mampu membalikkan keadaan. Namun, kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama karena Hoffenheim kembali unggul melalui Alexander Prass pada menit ke-54. Kebobolan hanya beberapa menit setelah menyamakan kedudukan memperlihatkan persoalan konsentrasi yang masih dialami lini pertahanan Monchengladbach. Hingga pertandingan berakhir, tim tuan rumah gagal mencetak gol tambahan dan harus menerima kekalahan keenam secara beruntun.

Kevin Diks mengakui bahwa dirinya belum dapat memberikan penjelasan pasti mengenai penyebab kegagalan tim setelah pertandingan melawan Hoffenheim. Pemain berusia 30 tahun tersebut menilai enam kekalahan berturut-turut merupakan situasi yang sulit diterima oleh klub sebesar Borussia Monchengladbach. Menurutnya, tim sempat memperoleh momentum positif setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, momentum tersebut langsung hilang ketika Hoffenheim kembali mencetak gol dalam waktu singkat. Diks menilai kenyataan tersebut menunjukkan bahwa penampilan Monchengladbach masih belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk bersaing di Bundesliga. Ia juga mengakui seluruh pemain harus bertanggung jawab terhadap hasil yang diperoleh tim.

Kekalahan dari Hoffenheim memperpanjang catatan buruk Borussia Monchengladbach sejak Bundesliga musim ini dimulai pada Agustus 2026. Dalam enam pertandingan pertama, Die Fohlen belum sekalipun berhasil meraih kemenangan ataupun hasil imbang. Mereka sebelumnya kalah dari RB Leipzig, SV Elversberg, Freiburg, Mainz 05, dan FC Koln sebelum kembali menyerah kepada Hoffenheim. Akibatnya, Monchengladbach masih menempati posisi terakhir klasemen dengan koleksi nol poin. Situasi tersebut semakin mengkhawatirkan karena persaingan di papan bawah mulai terbentuk meskipun kompetisi masih berada pada tahap awal. Setiap pertandingan berikutnya menjadi sangat penting untuk memperkecil ketertinggalan dari klub-klub lain.

Rentetan enam kekalahan pada awal musim juga membuat Borussia Monchengladbach menyamai salah satu catatan terburuk dalam sejarah Bundesliga. Sebelumnya, Fortuna Dusseldorf pada musim 1991-1992, Mainz 05 pada 2020-2021, dan VfL Bochum pada 2022-2023 pernah mengalami enam kekalahan dalam enam pertandingan pembuka. Kini Monchengladbach menjadi klub berikutnya yang mencatatkan hasil serupa. Meski demikian, pengalaman Mainz dan Bochum menunjukkan bahwa tim yang mengalami awal musim buruk masih memiliki kesempatan mempertahankan tempat di Bundesliga. Peluang tersebut tentu membutuhkan perubahan performa yang signifikan sepanjang pertandingan berikutnya. Monchengladbach harus segera mengakhiri tren negatif agar tidak semakin dekat dengan ancaman degradasi.

Pelatih Borussia Monchengladbach, Alexander Blessin, juga menyampaikan kekecewaan terhadap permainan anak asuhnya. Ia menyoroti kesalahan penguasaan bola, lemahnya koordinasi pertahanan, serta kecenderungan pemain terlalu sering mengalirkan bola ke belakang. Menurutnya, tim membutuhkan keberanian dan intensitas lebih tinggi ketika menghadapi tekanan lawan. Penampilan yang kurang agresif dinilai membuat Monchengladbach kesulitan mengendalikan pertandingan dan menciptakan peluang. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi staf pelatih menjelang pertandingan berikutnya. Blessin diharapkan mampu menemukan solusi untuk meningkatkan organisasi permainan sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain.

Kevin Diks menegaskan bahwa seluruh anggota tim harus tetap bersatu meskipun sedang menghadapi periode yang sulit. Bek Timnas Indonesia itu meminta rekan-rekannya meningkatkan kerja keras dalam latihan dan memusatkan perhatian pada pertandingan berikutnya. Borussia Monchengladbach dijadwalkan menghadapi VfB Stuttgart pada Jumat (23/10/2026) waktu Jerman dalam lanjutan pekan ketujuh Bundesliga. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Die Fohlen untuk memperoleh poin pertama sekaligus menghentikan rentetan kekalahan. Namun, Stuttgart diperkirakan memberikan tantangan berat karena memiliki kualitas permainan yang kompetitif. Diks berharap seluruh pemain mampu menunjukkan respons positif agar Borussia Monchengladbach segera keluar dari keterpurukan dan kembali bersaing di Liga Jerman musim ini.