Jakarta, 30 Oktober 2026 – Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, memberikan sinyal mengenai kemungkinan mengakhiri karier profesionalnya di ajang MotoGP dalam tiga tahun mendatang. Pembalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa dirinya mulai mempertimbangkan masa depan setelah melewati perjalanan panjang yang dipenuhi kemenangan, cedera, dan proses pemulihan. Dalam wawancara menjelang MotoGP Australia 2026, Marquez memperkirakan peluang dirinya pensiun dalam kurun waktu tiga tahun mencapai 70 persen. Sementara itu, kemungkinan untuk tetap melanjutkan karier balap diperkirakannya berada pada angka 30 persen. Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Marquez masih menunjukkan kemampuan bersaing di papan atas kejuaraan dunia meskipun telah berusia 33 tahun. Namun, ia menegaskan bahwa perkiraan tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan kapan akan meninggalkan dunia balap.
Marquez menyampaikan pandangan tersebut ketika mendapat pertanyaan mengenai gambaran perjalanan kariernya dalam beberapa tahun mendatang. Ia mengakui bahwa pertanyaan mengenai masa depan kini terasa lebih sulit dijawab dibandingkan ketika dirinya masih berada pada fase awal kebangkitan bersama Ducati. Pada kesempatan sebelumnya, Marquez pernah menyatakan keyakinan bahwa dirinya masih akan berkompetisi ketika ditanya mengenai rencana tiga tahun berikutnya. Namun, pengalaman yang dilalui selama beberapa musim terakhir membuat cara pandangnya terhadap kelanjutan karier mengalami perubahan. Ia kini lebih berhati-hati dalam menentukan target jangka panjang karena kondisi fisik dan tuntutan persaingan MotoGP terus berkembang. Menurut Marquez, keputusan mengenai pensiun harus mempertimbangkan berbagai aspek yang tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan pencapaian atau keinginan pribadi. Oleh karena itu, angka 70 persen yang disampaikannya lebih menggambarkan perkiraan pribadi daripada kepastian mengenai waktu berakhirnya karier.
Salah satu faktor yang memengaruhi pemikiran Marquez adalah pengalaman menghadapi cedera serius yang telah mengubah perjalanan kariernya sejak 2020. Ketika masih memperkuat Honda, ia mengalami cedera lengan kanan yang memaksanya menjalani sejumlah tindakan medis dan proses rehabilitasi panjang. Kondisi tersebut sempat membuat masa depannya sebagai pembalap MotoGP dipertanyakan karena pemulihan berlangsung lebih rumit daripada perkiraan awal. Meski demikian, Marquez berhasil melewati masa sulit dan kembali menunjukkan kemampuan bersaing di level tertinggi. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran mengenai pentingnya memahami batas kemampuan tubuh serta mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi masalah kesehatan. Ia juga menyadari bahwa keinginan untuk segera kembali membalap tidak selalu sejalan dengan kebutuhan pemulihan fisik. Kini, setelah kembali meraih kesuksesan bersama Ducati, Marquez memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan masa depan dengan pendekatan yang lebih matang.
Keberhasilan meraih gelar juara dunia MotoGP 2025 menjadi salah satu titik penting yang mengubah pandangan Marquez terhadap perjalanan kariernya. Gelar tersebut merupakan titel ketujuhnya di kelas utama sekaligus pencapaian istimewa setelah menjalani periode panjang tanpa menjadi juara dunia. Marquez mengakui bahwa keberhasilan tersebut memberikan ketenangan karena dirinya telah membuktikan mampu kembali mencapai puncak kompetisi setelah mengalami berbagai kesulitan. Sebelumnya, ia dikenal memiliki ambisi besar untuk terus memenangkan pertandingan dan tidak mudah menerima hasil di luar posisi terdepan. Namun, pengalaman meraih gelar bersama Ducati membuatnya lebih mampu menerima kenyataan bahwa tidak setiap akhir pekan balapan akan berjalan sesuai harapan. Ia mulai memahami bahwa finis di posisi keenam atau ketujuh tidak selalu berarti kegagalan apabila kondisi fisik dan situasi pertandingan memang tidak memungkinkan hasil lebih baik. Perubahan pola pikir tersebut membuat Marquez merasa tidak harus terus menambah jumlah gelar dunia untuk membuktikan kualitas dirinya sebagai pembalap.
Masa depan Marquez juga berkaitan dengan kontraknya bersama Ducati yang berlaku hingga akhir musim 2028. Kesepakatan tersebut memberikan kesempatan bagi pembalap asal Spanyol itu untuk tetap bersaing bersama tim pabrikan Italia dalam beberapa musim berikutnya. Apabila memutuskan pensiun setelah kontrak tersebut berakhir, Marquez akan meninggalkan MotoGP ketika usianya mendekati 36 tahun. Namun, ia belum memberikan kepastian apakah kontrak bersama Ducati akan menjadi kesepakatan terakhir sepanjang karier profesionalnya. Dalam beberapa kesempatan, Marquez juga menegaskan bahwa dirinya masih memiliki motivasi untuk berlomba selama kondisi fisik memungkinkan dan keinginan untuk bersaing tetap terjaga. Ia tidak ingin mengambil keputusan pensiun hanya karena mengalami cedera yang masih dapat dipulihkan melalui penanganan medis. Baginya, selama kesempatan untuk kembali kompetitif masih terbuka, perjuangan di lintasan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan karier yang telah dibangunnya sejak usia muda.
Pernyataan mengenai kemungkinan pensiun muncul ketika Marquez masih terlibat dalam persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Pembalap Ducati tersebut menunjukkan performa kompetitif sepanjang musim dan terus bersaing dengan Jorge Martin yang memperkuat Aprilia Racing. Persaingan keduanya semakin menarik setelah Marquez berhasil mengambil alih posisi teratas klasemen sementara menjelang MotoGP Malaysia. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai pensiun tidak berkaitan langsung dengan hilangnya kemampuan Marquez untuk bersaing di papan atas. Sebaliknya, ia mulai mempertimbangkan bagaimana ingin mengakhiri karier setelah mencapai berbagai prestasi penting dalam dunia balap motor. Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh kesadaran bahwa persaingan MotoGP semakin menuntut kesiapan fisik, konsentrasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi motor. Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya, Marquez berusaha menyeimbangkan ambisi olahraga dengan keinginan menjalani kehidupan yang lebih tenang setelah pensiun.
Ke depan, Marc Marquez masih memiliki kesempatan untuk menambah koleksi kemenangan dan gelar dunia sebelum mengambil keputusan akhir mengenai masa depannya. Kontrak bersama Ducati hingga 2028 memberikan ruang bagi dirinya untuk mengevaluasi kondisi fisik serta motivasi dari musim ke musim. Meski memperkirakan peluang pensiun dalam tiga tahun mencapai 70 persen, pembalap Spanyol tersebut tetap membuka kemungkinan melanjutkan karier apabila merasa masih mampu bersaing secara kompetitif. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar dunia 2025 telah memberikan kepuasan pribadi yang membuatnya tidak lagi merasa terbebani oleh tuntutan untuk terus menjadi juara. Pandangan tersebut menunjukkan perubahan penting dalam perjalanan seorang pembalap yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki semangat kompetitif sangat tinggi. Bagi penggemar MotoGP, pernyataan Marquez menjadi pengingat bahwa salah satu pembalap paling berprestasi dalam sejarah kelas utama pada akhirnya akan menghadapi keputusan untuk mengakhiri karier. Namun, selama belum ada pengumuman resmi, Marquez tetap berfokus menjalani kompetisi bersama Ducati dan mempertahankan kemampuannya bersaing menghadapi generasi pembalap berikutnya.