Video Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok Viral, Tim Gabungan Turun Lakukan Pemeriksaan

Depok, 4 Oktober 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menjadi sorotan setelah beredar video yang dinarasikan memperlihatkan sejumlah orang diduga menggelar pesta dan menggunakan narkoba di dalam lingkungan pemasyarakatan. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, sejumlah pria terlihat berjoget di sebuah ruangan dengan iringan musik keras dan lampu berkelap-kelip. Salah seorang di antaranya juga tampak memegang benda yang disebut pengunggah menyerupai alat isap sabu atau bong. Namun, lokasi, waktu perekaman, identitas orang dalam video, serta jenis benda tersebut belum dipastikan secara resmi.

Video tersebut mulai mendapat perhatian luas setelah beredar di media sosial sejak Sabtu, 3 Oktober 2026. Rekaman menampilkan suasana ruangan yang menyerupai tempat pesta dengan beberapa orang berjoget mengikuti musik. Narasi yang menyertai unggahan mengaitkan lokasi kejadian dengan Rutan Kelas I Depok. Karena informasi tersebut belum terverifikasi sepenuhnya, pihak rutan kemudian melakukan penelusuran untuk memastikan apakah rekaman benar-benar dibuat di lingkungan mereka.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok Bogi Nurseto mengatakan pihaknya melakukan pendalaman, pengecekan, dan penelusuran internal setelah mendapatkan informasi mengenai video tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Pihak rutan menegaskan setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti berdasarkan fakta serta hasil pemeriksaan di lapangan. Proses investigasi masih berjalan sehingga belum ada kesimpulan resmi mengenai dugaan penggunaan narkotika dalam rekaman tersebut.

Penanganan kasus kemudian melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat. Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno menyatakan tim gabungan melakukan penelusuran dan pemeriksaan di Rutan Kelas I Depok untuk mengungkap fakta di balik video viral tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan siapa saja yang berada dalam rekaman sekaligus menelusuri dugaan pelanggaran apabila lokasi video benar berada di dalam rutan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Pihak Rutan Depok juga menyatakan terus melakukan evaluasi dan memperkuat pengawasan selama proses investigasi berlangsung. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan pelaksanaan tugas, pelayanan, keamanan, dan ketertiban berjalan sesuai ketentuan. Bogi menegaskan Rutan Depok mengikuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan kantor wilayah untuk menjalankan program Zero Halinar. Program tersebut menargetkan lingkungan pemasyarakatan bebas dari telepon seluler ilegal, pungutan liar, dan narkoba.

Beredarnya video tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan. Apabila dugaan dalam video terbukti, pemeriksaan tidak hanya diperlukan terhadap aktivitas orang-orang yang terekam, tetapi juga mengenai kemungkinan masuknya barang terlarang ke dalam rutan. Sebaliknya, jika hasil investigasi menunjukkan video tidak berasal dari Rutan Depok, klarifikasi diperlukan untuk meluruskan informasi yang sudah menyebar luas. Karena itu, kesimpulan mengenai adanya pesta narkoba belum dapat dibuat sebelum pemeriksaan selesai.

Hingga Minggu malam, 4 Oktober 2026, penyelidikan terhadap rekaman tersebut masih berlangsung. Tim gabungan berupaya memastikan lokasi dan waktu perekaman, identitas orang-orang yang terlihat, serta benda yang diduga sebagai alat penggunaan narkotika. Rutan Depok menyatakan akan terus memperkuat pengawasan sambil menunggu hasil investigasi. Perkembangan pemeriksaan menjadi penting untuk memastikan apakah rekaman tersebut benar menunjukkan pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan atau terdapat fakta lain di balik video yang viral tersebut.