Jakarta, 31 Juli 2026 – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkap sejumlah pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan kalangan pengusaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat. Pertemuan tersebut diikuti jajaran Kadin dari 38 provinsi serta sekitar 30 asosiasi dan himpunan pengusaha dari berbagai sektor. Salah satu fokus utama pembicaraan adalah bagaimana pemerintah dan dunia usaha dapat bekerja bersama meningkatkan aktivitas ekonomi dari daerah. Pertemuan juga menjadi kesempatan bagi pengusaha menyampaikan perkembangan program yang telah dijalankan serta mendengarkan arahan Presiden mengenai kondisi dan arah perekonomian nasional. Kadin menegaskan kesiapan sektor swasta menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Anindya menjelaskan kehadiran pengurus Kadin dari seluruh provinsi memberikan kesempatan bagi Presiden memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dunia usaha di berbagai wilayah. Tantangan ekonomi setiap daerah tidak selalu sama karena bergantung pada struktur industri, infrastruktur, sumber daya, hingga akses terhadap pasar dan pembiayaan. Karena itu, peningkatan ekonomi daerah menjadi salah satu bagian penting dalam diskusi. Dunia usaha melihat pertumbuhan yang lebih merata dapat menciptakan pusat ekonomi baru di luar kawasan yang selama ini menjadi motor utama perekonomian nasional. Investasi di daerah juga berpotensi membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan aktivitas usaha lokal.
Pertemuan tersebut turut membahas kontribusi Kadin terhadap sejumlah program prioritas pemerintah. Salah satunya adalah dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan ratusan dapur di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar. Kadin menilai program tersebut tidak hanya memiliki dimensi pemenuhan gizi, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi melalui kebutuhan bahan pangan, tenaga kerja, distribusi, dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan jaringan pengusaha yang tersebar di seluruh provinsi, Kadin memiliki peluang menghubungkan kebutuhan program nasional dengan kapasitas produksi daerah. Model tersebut diharapkan membuat dampak ekonomi program dapat dirasakan lebih luas.
Bidang kesehatan juga menjadi bagian dari agenda yang dibawa kalangan pengusaha. Kadin memandang kesehatan masyarakat memiliki hubungan erat dengan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi sehingga investasi pada sektor tersebut memberikan dampak jangka panjang. Dunia usaha dapat terlibat melalui pengembangan layanan kesehatan, teknologi, industri farmasi, hingga peningkatan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Kolaborasi pemerintah dan swasta diperlukan karena kebutuhan pelayanan kesehatan memiliki skala besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Pengembangan sektor ini juga berpotensi menciptakan peluang investasi serta lapangan kerja baru.
Pembahasan lainnya menyangkut pekerja migran Indonesia dan peningkatan kualitas tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri. Kadin mendorong sertifikasi dan pelatihan agar pekerja memiliki kompetensi lebih tinggi sehingga mampu memperoleh pekerjaan dengan nilai ekonomi yang lebih baik. Peningkatan keterampilan juga penting untuk memperkuat perlindungan pekerja karena kompetensi yang jelas dapat membantu mereka masuk melalui jalur kerja yang lebih terstruktur. Pengiriman pekerja terampil memiliki potensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di dalam negeri. Karena itu, pendidikan vokasi dan sertifikasi menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
Program perumahan turut masuk dalam pembicaraan karena sektor ini memiliki hubungan dengan banyak industri lainnya. Pembangunan dan renovasi rumah dapat meningkatkan permintaan terhadap semen, baja, keramik, furnitur, transportasi, serta berbagai jasa konstruksi. Kadin melihat program perumahan pemerintah berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi dalam skala besar apabila melibatkan rantai pasok domestik. Dukungan dunia usaha terhadap program tiga juta rumah juga diarahkan agar pembangunan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. Keterlibatan pengusaha daerah menjadi penting karena kebutuhan perumahan tersebar di berbagai wilayah dengan karakter pasar yang berbeda.
Prabowo dalam pertemuan tersebut juga mendorong dunia usaha menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi untuk mendukung pembangunan nasional. Pemerintah membutuhkan sektor swasta untuk menggerakkan investasi, produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja, sementara pengusaha membutuhkan kepastian kebijakan serta lingkungan bisnis yang mendukung. Dialog langsung antara Presiden dan pelaku usaha menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan tersebut. Kadin menempatkan dirinya sebagai penghubung antara pemerintah dan dunia usaha, termasuk menyampaikan persoalan yang dihadapi pengusaha di tingkat daerah. Kolaborasi diharapkan membuat kebijakan ekonomi lebih cepat diterjemahkan menjadi kegiatan produktif.
Pertemuan Prabowo dengan pengusaha yang diungkap Anindya Bakrie menunjukkan pemerintah dan sektor swasta ingin memperkuat koordinasi dalam mengejar pertumbuhan ekonomi. Ekonomi daerah, MBG, kesehatan, pekerja migran, perumahan, investasi, dan penciptaan lapangan kerja menjadi bagian dari agenda yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Kehadiran pengurus Kadin dari 38 provinsi membuat pembicaraan tidak hanya berorientasi pada pusat, tetapi juga kebutuhan serta peluang ekonomi di berbagai wilayah. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil dialog menjadi investasi dan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi pemerintah dengan pengusaha diharapkan mampu memperluas aktivitas ekonomi sekaligus menciptakan pertumbuhan yang lebih merata di seluruh Indonesia.