Jakarta, 10 Mei 2026 – Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif untuk menemukan keberadaan korban yang diduga terpisah dari rombongannya saat perjalanan turun gunung.
Mahasiswa tersebut diketahui bernama Arief Wibisono, berusia 25 tahun, yang merupakan mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan ITB angkatan 2024. Korban dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu sore saat turun dari kawasan Puncak Mega menuju basecamp melalui jalur Pasir Kuda.
Menurut informasi awal, korban melakukan pendakian bersama dua rekannya sejak pagi hari. Rombongan mulai mendaki sekitar pukul 07.45 WIB dan tiba di puncak sekitar tengah hari sebelum akhirnya memutuskan turun kembali setelah beristirahat.
Namun dalam perjalanan turun, korban disebut terpisah dari rombongan dan tidak dapat dihubungi hingga akhirnya dinyatakan hilang. Rekan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang dan tim penyelamat.
Institut Teknologi Bandung menyatakan terus berkoordinasi dan memberikan pendampingan dalam proses pencarian mahasiswa tersebut. Pihak kampus juga disebut menjalin komunikasi dengan keluarga korban dan aparat terkait di lapangan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Bandung, Brimob, ranger jalur pendakian, serta relawan lokal diterjunkan untuk melakukan penyisiran di kawasan hutan dan jalur pendakian Gunung Puntang. Proses pencarian dilakukan menggunakan perlengkapan mountaineering, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis darurat.
Gunung Puntang dikenal sebagai salah satu lokasi pendakian favorit di wilayah Bandung Selatan dengan jalur hutan dan medan yang cukup menantang, terutama saat kondisi cuaca berubah dan kabut mulai turun.
Pengamat keselamatan pendakian menjelaskan bahwa risiko tersesat saat turun gunung cukup tinggi apabila pendaki terpisah dari kelompok atau kehilangan orientasi jalur. Karena itu, pendakian kelompok biasanya mewajibkan anggota tetap berada dalam satu rombongan selama perjalanan.
Selain faktor medan, kondisi cuaca berkabut dan vegetasi hutan yang rapat juga dapat memperlambat proses pencarian. Tim SAR disebut terus memperluas area penyisiran sambil memantau kondisi cuaca di sekitar lokasi pendakian.
Masyarakat dan sesama mahasiswa ITB turut menyampaikan doa dan dukungan agar korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. Informasi mengenai hilangnya mahasiswa tersebut juga menjadi perhatian luas di media sosial sejak proses pencarian dimulai.
Hingga Minggu malam, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim SAR gabungan berupaya memaksimalkan pencarian sebelum kondisi cuaca malam semakin menyulitkan proses evakuasi di kawasan Gunung Puntang.