Jakarta, 30 Mei 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Indonesia saat perayaan Waisak pada Minggu, 31 Mei 2026, akan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah daerah. Meski tidak terdapat indikasi cuaca ekstrem yang meluas, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat terjadi pada siang hingga malam hari. Informasi ini menjadi perhatian penting mengingat perayaan Waisak tahun ini diperkirakan akan diikuti berbagai kegiatan keagamaan, perjalanan wisata, dan aktivitas masyarakat di ruang terbuka. BMKG menekankan bahwa kondisi atmosfer di sejumlah wilayah masih mendukung terbentuknya awan hujan meskipun sebagian daerah mulai memasuki masa peralihan musim. Oleh karena itu, masyarakat disarankan memantau perkembangan cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan atau menghadiri rangkaian acara Waisak.
Di wilayah Sumatera, beberapa kota besar diperkirakan mengalami kondisi cuaca yang bervariasi mulai dari berawan, berawan tebal, hingga hujan ringan. Kota-kota seperti Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Palembang masih berpotensi mengalami hujan pada waktu tertentu, terutama pada sore hingga malam hari. Sementara itu, sebagian kawasan pesisir dan daerah yang memiliki kelembapan udara tinggi juga berpotensi mengalami kabut atau jarak pandang yang sedikit berkurang pada pagi hari. Meski demikian, aktivitas masyarakat secara umum diperkirakan masih dapat berlangsung normal dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca yang berubah secara dinamis. BMKG mengingatkan agar pengguna jalan tetap berhati-hati saat berkendara di tengah kondisi hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Untuk wilayah Pulau Jawa, kondisi cuaca diperkirakan relatif lebih stabil dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Sebagian besar daerah diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan, meskipun peluang hujan ringan masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah pada sore dan malam hari. Di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, masyarakat tetap disarankan menyiapkan perlengkapan antisipasi hujan karena perubahan cuaca lokal masih dapat terjadi. Sementara itu, daerah-daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi pusat kegiatan perayaan Waisak juga diperkirakan mengalami kondisi cuaca yang cukup kondusif untuk pelaksanaan berbagai agenda keagamaan. Kendati demikian, pengunjung yang akan menghadiri kegiatan di ruang terbuka tetap diminta memperhatikan informasi cuaca terbaru.
Kawasan Bali dan Nusa Tenggara diperkirakan menikmati cuaca yang relatif cerah hingga berawan sepanjang hari. Beberapa wilayah bahkan berpotensi mengalami suhu udara yang lebih sejuk dibandingkan biasanya akibat pengaruh massa udara dingin dari Australia. Kondisi tersebut diperkirakan menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Meskipun peluang hujan lebih kecil dibandingkan wilayah lain, BMKG tetap mengingatkan bahwa perubahan cuaca lokal masih mungkin terjadi, terutama di daerah pegunungan dan kawasan dengan topografi yang beragam. Oleh sebab itu, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun kondisi cuaca secara umum terlihat mendukung berbagai aktivitas.
Di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, potensi hujan ringan hingga sedang masih cukup tinggi di beberapa daerah. Karakteristik cuaca tropis yang dinamis membuat pembentukan awan hujan dapat terjadi dalam waktu relatif singkat, terutama pada siang dan sore hari. Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan antardaerah atau kegiatan luar ruangan di kawasan tersebut diimbau untuk memperhatikan prakiraan cuaca harian. Selain itu, nelayan dan pengguna transportasi laut juga disarankan mengikuti informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan gelombang agar aktivitas dapat berlangsung dengan aman. Faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Para ahli meteorologi menjelaskan bahwa periode akhir Mei hingga awal Juni merupakan masa transisi di sejumlah wilayah Indonesia, sehingga pola cuaca cenderung lebih sulit diprediksi dibandingkan musim yang telah stabil. Pada masa seperti ini, hujan dapat terjadi secara lokal dengan intensitas yang berbeda-beda meskipun kondisi cuaca pada pagi hari terlihat cerah. Fenomena tersebut merupakan karakteristik umum yang sering terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Karena itu, masyarakat tidak disarankan hanya mengandalkan kondisi cuaca saat berangkat beraktivitas, melainkan juga memperhatikan prakiraan cuaca yang telah dikeluarkan oleh lembaga resmi. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko gangguan akibat perubahan cuaca mendadak.
Secara keseluruhan, cuaca saat perayaan Waisak 2026 diperkirakan masih cukup mendukung berbagai aktivitas masyarakat di sebagian besar wilayah Indonesia. Meski peluang hujan ringan hingga sedang masih terdapat di sejumlah daerah, tidak ada indikasi cuaca ekstrem yang diperkirakan mendominasi secara nasional. Masyarakat yang akan mengikuti kegiatan ibadah, perjalanan wisata, maupun agenda keluarga diharapkan tetap mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini. Dengan kewaspadaan yang memadai dan perencanaan yang tepat, rangkaian perayaan Waisak di berbagai daerah diharapkan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.