Jakarta, 22 September 2026 – Timnas voli putri Indonesia menutup perjalanan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan menempati peringkat keenam. Kepastian tersebut diperoleh setelah skuad Garuda Pertiwi kalah tiga set langsung dari Chinese Taipei atau Taiwan dalam pertandingan perebutan posisi kelima, Selasa, 22 September 2026. Pertandingan yang berlangsung di Park Arena Komaki, Aichi, Jepang, berakhir dengan skor 0-3. Indonesia menyerah 15-25 pada set pertama, 20-25 pada set kedua, dan 11-25 pada set terakhir. Kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal memenuhi target untuk menembus lima besar cabang olahraga voli putri.
Indonesia sebenarnya mampu memberikan perlawanan pada awal set pertama. Chinese Taipei sempat hanya unggul tipis 8-7 sebelum mulai menemukan ritme permainan dan memperlebar jarak menjadi 15-9. Garuda Pertiwi mencoba mengejar dan sempat memangkas ketertinggalan menjadi 13-17. Namun, efektivitas serangan Chinese Taipei membuat Indonesia kesulitan mempertahankan momentum. Lawan kembali menjauh pada fase akhir pertandingan. Set pertama akhirnya ditutup dengan kemenangan Chinese Taipei 25-15.
Memasuki set kedua, Indonesia menunjukkan permainan yang jauh lebih baik. Mediol Yoku dan rekan-rekan mampu membuka keunggulan 8-3 dan kemudian mempertahankan jarak hingga kedudukan 11-6. Chinese Taipei perlahan meningkatkan tekanan dan berhasil memangkas ketertinggalan menjadi 12-13. Indonesia sempat kembali unggul 14-12 setelah serangan Chelsa Berliana gagal dikembalikan lawan. Pertandingan kemudian semakin ketat hingga Chinese Taipei mampu menyamakan kedudukan dan berbalik memimpin.
Momentum Indonesia mulai hilang ketika skor mencapai 17-17. Chinese Taipei berhasil mendapatkan sejumlah poin penting secara beruntun dan membangun keunggulan 20-17. Indonesia sempat mendekat menjadi 19-21 melalui serangan Mediol Yoku, tetapi lawan kembali memperlebar jarak. Pertahanan blok Chinese Taipei juga membuat serangan Indonesia semakin sulit menghasilkan angka. Indonesia akhirnya harus menyerahkan set kedua dengan skor 20-25. Hasil tersebut membuat Garuda Pertiwi tertinggal 0-2 dan harus memenangkan tiga set berikutnya apabila ingin membalikkan pertandingan.
Pelatih Marcos Sugiyama mencoba melakukan perubahan pada set ketiga untuk menjaga peluang Indonesia. Namun, Chinese Taipei justru semakin percaya diri setelah menguasai dua set sebelumnya. Indonesia tertinggal 3-5 pada awal set sebelum lawan menjauh menjadi 9-5. Tekanan terus diberikan hingga Chinese Taipei memimpin 14-7 pada pertengahan set. Garuda Pertiwi semakin kesulitan membangun serangan dan tertinggal jauh 10-20. Chinese Taipei kemudian menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 25-11 sekaligus memastikan skor akhir 3-0.
Sebelum menghadapi Chinese Taipei, Indonesia sempat membuka peluang untuk finis di peringkat kelima setelah tampil meyakinkan melawan Vietnam. Garuda Pertiwi mengalahkan Vietnam dengan skor 3-0 pada pertandingan klasifikasi posisi kelima hingga kedelapan, Senin, 21 September 2026. Indonesia memenangkan laga tersebut dengan skor 25-20, 25-21, dan 25-18. Kemenangan itu membawa Indonesia menuju pertandingan penentuan peringkat kelima menghadapi Chinese Taipei. Sementara Chinese Taipei mencapai laga tersebut setelah menundukkan Kazakhstan dengan skor 3-2.
Pertandingan terakhir sekaligus memperlihatkan sejumlah aspek yang masih perlu diperbaiki Timnas voli putri Indonesia. Garuda Pertiwi mampu bersaing ketika penerimaan bola pertama dan serangan berjalan baik, seperti yang terlihat pada awal set kedua. Namun, konsistensi menjadi persoalan ketika Chinese Taipei mulai meningkatkan tekanan. Kesalahan sendiri dan pertahanan blok lawan membuat Indonesia kehilangan sejumlah poin penting. Situasi semakin sulit pada set ketiga ketika jarak angka sudah terbentuk sejak awal. Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih setelah seluruh rangkaian Asian Games berakhir.
Indonesia membawa kombinasi pemain yang terdiri dari Arneta Putri Amelia dan Ajeng Nur Cahaya sebagai setter serta sejumlah pemain seperti Geofanny Eka, Chelsa Berliana Nurtomo, Namira Maradanti Tegariana, Arsela Nuari Purnama, dan Khanza Putri Yansi. Sektor outside hitter diperkuat Putri Agustin, Azzahra Dwi Febyane, Ersandrina Devega, dan Mediol Yoku, sedangkan Indah Guretno menempati posisi libero. Komposisi tersebut berada di bawah arahan Marcos Sugiyama. Asian Games menjadi kesempatan penting bagi para pemain untuk mengukur kemampuan menghadapi tim-tim Asia dengan karakter permainan berbeda.
Peringkat keenam membuat Indonesia belum mampu mengulangi pencapaian posisi kelima yang pernah diraih pada Asian Games 1986. Catatan terbaik voli putri Indonesia di Asian Games masih berupa medali perunggu pada edisi 1962. Sebelum pertandingan melawan Chinese Taipei, peluang menyamai pencapaian 1986 sebenarnya masih terbuka. Namun, kekalahan tiga set langsung membuat Indonesia harus berada satu tingkat di bawah target tersebut. Meski demikian, perjalanan di Aichi-Nagoya memberikan pengalaman pertandingan internasional yang dapat digunakan untuk pengembangan tim berikutnya.
Dengan hasil tersebut, perjalanan Timnas voli putri Indonesia di Asian Games 2026 resmi berakhir di peringkat keenam. Chinese Taipei mengamankan posisi kelima setelah memenangkan pertandingan dengan skor 25-15, 25-20, dan 25-11. Indonesia kini memiliki bahan evaluasi terutama terkait konsistensi, pertahanan, penerimaan bola, serta kemampuan menjaga momentum pada poin-poin penting. Kemenangan atas Vietnam menunjukkan Garuda Pertiwi tetap mampu memberikan perlawanan terhadap tim kuat kawasan Asia. Namun, kekalahan dari Chinese Taipei memperlihatkan masih ada jarak yang perlu dipangkas untuk bersaing lebih konsisten di level kontinental.