Jakarta, 30 Agustus 2026 – Persaingan sepak bola level elite tidak hanya menghadirkan nilai kontrak fantastis bagi para pemain bintang. Para pelatih top dunia juga mendapatkan bayaran sangat besar karena tanggung jawab mereka dalam membangun tim, merancang strategi, mengelola ruang ganti, hingga memenuhi target klub. Memasuki musim 2026-2027, sejumlah pelatih bahkan menerima gaji tahunan yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
Di antara nama-nama besar tersebut, Simone Inzaghi menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi. Pelatih asal Italia itu mendapatkan kontrak luar biasa setelah menangani klub Arab Saudi, Al-Hilal. Berikut lima pelatih dengan gaji tertinggi pada musim 2026-2027.
1. Simone Inzaghi – Al-Hilal: Rp533,35 Miliar
Simone Inzaghi menempati posisi teratas dengan bayaran sekitar Rp533,35 miliar per tahun. Setelah meninggalkan Inter Milan, Inzaghi menerima tawaran dari Al-Hilal yang menjadikannya salah satu sosok pelatih dengan kontrak paling menggiurkan di dunia sepak bola.
Nilai tersebut tidak terlepas dari rekam jejak Inzaghi selama menangani Inter Milan. Ia berhasil membawa klub Italia tersebut bersaing di level tertinggi Eropa dan dua kali mencapai final Liga Champions. Pengalaman serta keberhasilannya tersebut membuat Al-Hilal berani memberikan kompensasi fantastis.
Kehadiran Inzaghi juga menjadi bagian dari ambisi besar Al-Hilal untuk mempertahankan dominasi di kompetisi domestik sekaligus meningkatkan prestasi di panggung internasional. Dengan gaji mencapai lebih dari setengah triliun rupiah per tahun, ekspektasi terhadap sang pelatih tentu sangat tinggi.
2. Diego Simeone – Atletico Madrid: Rp482,90 Miliar
Diego Simeone berada di posisi kedua dengan penghasilan sekitar Rp482,90 miliar per tahun. Pelatih asal Argentina tersebut telah menjadi sosok sentral dalam perjalanan Atletico Madrid selama bertahun-tahun.
Simeone dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun karakter kuat dalam permainan Atletico. Sejak menangani klub ibu kota Spanyol tersebut, ia berhasil mengubah Atletico menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Meski pernah mengalami penyesuaian atau pemotongan gaji dalam perpanjangan kontraknya, Simeone tetap mendapatkan bayaran yang sangat besar. Loyalitas, pengalaman, serta berbagai pencapaian bersama Atletico membuatnya tetap berada di jajaran pelatih dengan pendapatan tertinggi.
3. Mikel Arteta – Arsenal: Rp360,37 Miliar
Mikel Arteta menempati urutan ketiga dengan bayaran sekitar Rp360,37 miliar per tahun. Pelatih asal Spanyol itu menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Arsenal dan dipercaya untuk membawa The Gunners kembali menjadi kekuatan utama di Inggris maupun Eropa.
Arteta mendapatkan kontrak baru berdurasi tiga tahun pada 2024. Kepercayaan besar dari manajemen Arsenal kemudian berbanding lurus dengan perkembangan performa klub di bawah arahannya.
Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal mampu tampil kompetitif dalam persaingan domestik dan menunjukkan perkembangan di kompetisi Eropa. Arteta juga dikenal memiliki pendekatan yang menitikberatkan pada penguasaan permainan, perkembangan pemain muda, serta pembangunan identitas tim.
Dengan pendapatan lebih dari Rp360 miliar per tahun, Arteta menjadi salah satu pelatih dengan nilai kontrak paling tinggi di sepak bola modern.
4. Oliver Glasner – Nottingham Forest: Rp312,32 Miliar
Oliver Glasner berada di posisi keempat dengan penghasilan sekitar Rp312,32 miliar per tahun. Pelatih asal Austria tersebut mendapatkan peningkatan reputasi setelah berhasil memberikan prestasi penting ketika menangani Crystal Palace.
Glasner sukses membawa Crystal Palace meraih Piala FA dan Liga Konferensi Eropa pada musim 2025-2026. Pencapaian tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan dan menarik perhatian klub-klub lain.
Nottingham Forest kemudian memberikan tawaran besar untuk mendapatkan jasanya. Kontrak bernilai tinggi tersebut menunjukkan besarnya harapan klub terhadap Glasner untuk meningkatkan kualitas serta daya saing tim di Liga Inggris.
Tekanan terhadap Glasner pun tidak kecil. Dengan bayaran lebih dari Rp300 miliar per tahun, ia dituntut mampu mengubah investasi besar klub menjadi performa dan pencapaian yang sepadan.
5. Xabi Alonso – Chelsea: Rp276,28 Miliar
Xabi Alonso melengkapi lima besar dengan bayaran sekitar Rp276,28 miliar per tahun. Mantan gelandang tim nasional Spanyol itu mendapatkan kontrak besar setelah reputasinya meningkat tajam ketika menangani Bayer Leverkusen.
Alonso mencuri perhatian ketika membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga tanpa terkalahkan. Keberhasilan tersebut membuatnya menjadi salah satu pelatih muda paling menarik di Eropa.
Chelsea kemudian memberikan kepercayaan kepadanya untuk menangani proyek klub. Dengan dukungan finansial besar dari manajemen, Alonso diharapkan mampu membawa Chelsea kembali bersaing dalam perebutan gelar di Inggris sekaligus tampil lebih konsisten di kompetisi Eropa.
Bayaran sekitar Rp276,28 miliar per tahun membuat Alonso menjadi pelatih dengan pendapatan tertinggi di Liga Primer Inggris dalam daftar tersebut.
Jika dibandingkan, kelima pelatih tersebut memiliki perbedaan nilai kontrak yang cukup signifikan. Inzaghi berada di puncak dengan Rp533,35 miliar, disusul Simeone dengan Rp482,90 miliar. Arteta kemudian berada di angka Rp360,37 miliar, sementara Glasner memperoleh sekitar Rp312,32 miliar dan Alonso Rp276,28 miliar per tahun.
Besarnya gaji tersebut memperlihatkan bagaimana peran pelatih semakin penting dalam industri sepak bola modern. Klub-klub besar tidak hanya mencari pelatih yang mampu menyusun strategi pertandingan, tetapi juga sosok yang dapat membangun proyek jangka panjang, mengembangkan pemain, menjaga performa tim, serta memenuhi target komersial dan kompetitif.
Khusus bagi Inzaghi, kepindahannya ke Al-Hilal membuat dirinya menjadi sorotan utama. Bayaran Rp533,35 miliar per tahun menempatkannya jauh di atas sejumlah pelatih elite lainnya. Namun, nominal tersebut juga membawa tuntutan besar karena Al-Hilal tentu mengharapkan prestasi maksimal sebagai imbal balik atas investasi yang sangat besar.
Musim 2026-2027 pun menjadi panggung pembuktian bagi kelima pelatih tersebut. Inzaghi harus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi, Simeone berusaha mempertahankan standar tinggi bersama Atletico, sementara Arteta, Glasner, dan Alonso memiliki tantangan masing-masing untuk membawa klub mereka meraih prestasi.
Pada akhirnya, besarnya gaji bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pelatih. Trofi, konsistensi performa, perkembangan pemain, serta kemampuan memenuhi target klub tetap menjadi tolok ukur utama. Namun, daftar tersebut menunjukkan bahwa dunia sepak bola semakin menghargai kemampuan seorang juru taktik, dengan nilai kontrak yang kini bisa mencapai lebih dari setengah triliun rupiah dalam satu musim.