Jakarta, 10 Mei 2026 – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, dan sempat membuat warga panik hingga keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah sekitar dalam durasi beberapa detik.
Berdasarkan informasi dari pihak terkait, pusat gempa berada di wilayah laut tidak jauh dari kawasan Tolitoli dengan kedalaman yang tergolong menengah. Hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan besar maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Tolitoli memang termasuk salah satu wilayah yang berada di kawasan rawan aktivitas gempa bumi karena dipengaruhi pergerakan lempeng tektonik di wilayah Indonesia bagian tengah.
Sejumlah warga mengaku terkejut saat merasakan getaran cukup kuat, terutama mereka yang berada di dalam rumah dan bangunan bertingkat. Banyak masyarakat memilih keluar rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan.
Pengamat kebencanaan menjelaskan bahwa gempa dengan magnitudo di bawah 5 tetap dapat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat, terutama jika pusat gempa berada dekat permukiman atau memiliki kedalaman dangkal.
Selain menimbulkan kepanikan, gempa bumi juga sering memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gempa susulan. Karena itu, warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Petugas dan aparat daerah disebut mulai melakukan pemantauan di sejumlah titik guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan tidak terdapat kerusakan signifikan akibat guncangan tersebut.
Pengamat geologi menilai Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik memang memiliki aktivitas seismik tinggi sehingga masyarakat perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi.
Selain memahami jalur evakuasi, masyarakat juga diingatkan untuk menyiapkan perlengkapan darurat sederhana serta memahami langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi.
Hingga beberapa waktu setelah gempa berlangsung, aktivitas masyarakat di Tolitoli mulai kembali normal meski sebagian warga masih memilih tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan di wilayah tersebut.