Jakarta, 18 Mei 2026 – Kondisi Pasar Segiri Samarinda dalam sepekan terakhir menjadi perhatian para pedagang setelah aktivitas jual beli disebut mengalami penurunan meski stok kebutuhan pokok dan barang dagangan berada dalam kondisi melimpah. Sejumlah pedagang mengaku pasar terlihat lebih lengang dibanding biasanya dengan jumlah pembeli yang datang menurun cukup signifikan. Situasi tersebut membuat banyak pedagang khawatir karena barang dagangan tetap harus dipasok setiap hari sementara perputaran penjualan melambat. Di tengah kondisi tersebut, sebagian pedagang memilih menahan tambahan stok agar tidak mengalami kerugian akibat barang yang terlalu lama tersimpan, terutama untuk komoditas segar seperti sayur, ikan, dan daging.
Pengamat ekonomi daerah menjelaskan kondisi pasar tradisional sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan pola konsumsi rumah tangga. Ketika masyarakat mulai menekan pengeluaran akibat tekanan ekonomi atau kenaikan kebutuhan lain, aktivitas belanja di pasar biasanya ikut melambat meskipun pasokan barang tersedia dalam jumlah cukup. Dalam beberapa waktu terakhir, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan biaya hidup disebut membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran harian. Akibatnya, transaksi di pasar tradisional cenderung menurun terutama untuk barang-barang yang dianggap bukan kebutuhan utama.
Selain faktor daya beli, perubahan pola belanja masyarakat juga dinilai ikut memengaruhi kondisi pasar tradisional. Pengamat perdagangan menjelaskan semakin berkembangnya layanan belanja daring dan minimarket modern membuat sebagian konsumen mulai beralih dari pasar tradisional untuk kebutuhan tertentu. Meski pasar tradisional masih menjadi pusat utama kebutuhan pangan segar, persaingan dengan sistem perdagangan modern membuat pedagang pasar harus menghadapi tantangan yang semakin besar. Dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, perubahan perilaku konsumen tersebut semakin terasa dampaknya terhadap aktivitas perdagangan harian.
Para pedagang di Pasar Segiri juga mengeluhkan biaya operasional yang tetap berjalan meski penjualan menurun. Pengamat UMKM menyebut pedagang pasar tradisional umumnya memiliki margin keuntungan yang tidak terlalu besar sehingga penurunan jumlah pembeli dapat langsung memengaruhi pendapatan mereka. Biaya transportasi, distribusi barang, hingga kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi sementara hasil penjualan mengalami penurunan. Karena itu, banyak pedagang berharap kondisi pasar dapat kembali ramai agar perputaran ekonomi lokal tidak terus melambat dalam waktu panjang.
Situasi Pasar Segiri Samarinda yang mengalami penurunan jumlah pembeli meski stok barang melimpah kini menjadi gambaran tantangan ekonomi yang dirasakan pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Banyak pihak berharap daya beli masyarakat dapat kembali membaik sehingga aktivitas perdagangan tradisional kembali bergerak normal. Di tengah tekanan ekonomi dan perubahan pola konsumsi masyarakat modern, keberlangsungan pasar tradisional dinilai tetap penting sebagai pusat ekonomi rakyat dan penopang kehidupan banyak keluarga pedagang kecil.