Jakarta, 25 Mei 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan jogging track di Alun-alun Bekasi digunakan sebagai lokasi latihan menyetir mobil viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sebuah kendaraan melaju di area yang seharusnya diperuntukkan bagi aktivitas olahraga dan pejalan kaki. Kejadian tersebut langsung menuai kritik karena dinilai membahayakan keselamatan pengunjung serta menunjukkan kurangnya pengawasan terhadap fasilitas publik. Banyak warga menyayangkan penggunaan area jogging track untuk aktivitas yang tidak semestinya, terlebih lokasi tersebut biasanya ramai digunakan masyarakat untuk berolahraga dan bersantai. Viralnya video itu kemudian memunculkan perhatian terhadap pengelolaan ruang publik dan kedisiplinan penggunaan fasilitas umum di perkotaan.
Menurut sejumlah warga, Alun-alun Bekasi selama ini menjadi salah satu ruang terbuka favorit masyarakat untuk jogging, bersepeda, hingga aktivitas keluarga pada pagi dan sore hari. Pengamat tata kota menjelaskan bahwa fasilitas publik seperti jogging track dibangun untuk mendukung gaya hidup sehat masyarakat dan meningkatkan kualitas ruang terbuka di kawasan perkotaan. Oleh sebab itu, penggunaan area tersebut untuk latihan mengemudi dinilai tidak sesuai fungsi dan berpotensi membahayakan pengunjung lain. Selain risiko kecelakaan, aktivitas kendaraan di jalur pejalan kaki juga dapat merusak fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran publik. Banyak masyarakat berharap pengelola kawasan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Video viral tersebut juga memunculkan perdebatan di media sosial mengenai kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Pengamat sosial menjelaskan bahwa rendahnya disiplin penggunaan ruang publik masih menjadi persoalan di sejumlah kota besar karena sebagian masyarakat belum memahami pentingnya menjaga fungsi fasilitas bersama. Ruang publik seharusnya menjadi area aman dan nyaman bagi semua kalangan sehingga penggunaannya perlu mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah memang terus membangun taman kota dan ruang terbuka untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat perkotaan. Namun keberhasilan pengelolaan fasilitas tersebut juga sangat bergantung pada kesadaran warga dalam menjaga dan menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab.
Di sisi lain, pengamat transportasi menilai latihan mengemudi sebaiknya dilakukan di area yang memang dirancang untuk aktivitas tersebut demi alasan keselamatan. Menggunakan ruang publik seperti jogging track atau area pejalan kaki untuk belajar menyetir dianggap berisiko tinggi terutama jika lokasi sedang ramai pengunjung. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan, tindakan tersebut juga dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang berolahraga. Pemerintah daerah dan pengelola fasilitas umum disebut perlu meningkatkan pengawasan serta memasang aturan yang lebih jelas terkait penggunaan area publik. Edukasi mengenai etika penggunaan fasilitas umum juga dianggap penting agar masyarakat semakin sadar terhadap fungsi dan manfaat ruang bersama.
Viralnya jogging track Alun-alun Bekasi yang digunakan sebagai tempat latihan menyetir menunjukkan bagaimana fasilitas publik dapat dengan mudah disalahgunakan apabila pengawasan dan kesadaran masyarakat masih rendah. Banyak pengamat menilai ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat perkotaan sehingga penggunaannya perlu dijaga bersama. Di tengah meningkatnya pembangunan taman kota dan fasilitas olahraga, kedisiplinan masyarakat menjadi faktor utama agar ruang publik tetap aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua kalangan. Masyarakat berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi pengelola kawasan untuk memperkuat pengawasan dan aturan penggunaan fasilitas umum. Dengan kesadaran warga dan pengelolaan yang lebih baik, ruang publik di perkotaan diharapkan dapat terus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk aktivitas masyarakat sehari-hari.